Saturday, March 14, 2015

Body Language (Bahasa Tubuh)



“Tidak ada manusia yang bisa menyimpan rahasia bila bibirnya diam.
Ia akan berceloteh dengan ujung jarinya. Rahasia terbersit dari seluruh pori-pori kulitnya.”
      Sigmund Freud
Bahasa tubuh merupakan proses komunikasi antar-personal nonverbal (tanpa kata-kata), berfungsi untuk menggantikan suatu kata atau frasa. Dengan menggunakan gestur tertentu, orang dapat memahami maksud dari pikiran atau gagasan yang tidak disampaikan secara verbal. Gestur ini dapat berupa isyarat,  ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, artifak (lambang yang digunakan), diam, waktu, suara, serta postur dan gerakan tubuh.
Berikut ini beberapa pengertian dari Bahasa Tubuh menurut beberapa ahli:
1.    Alo Liliweri dalam buku “Komunikasi Verbal dan Nonverbal”
Menjelaskan bahwa bahasa tubuh adalah gerakan tubuh yang merupakan sebagian perilaku nonverbal (termasuk yang anda miliki) dapat disampaikan melalui simbol komunikasi kepada orang lain. Perilaku itu sangat bergantung dari erat tidaknya hubungan dengan orang lain. Dalam bagian ini akan diuraikan komunikasi nonverbal “gerak tubuh” atau yang disebut kinesik.
2.    David Cohen dalam buku “Bahasa Tubuh dalam Pergaulan”
Mengungkapkan bahwa bahasa tubuh mampu menyingkapkan topeng-topeng kita. Apa yang dapat menerobos topeng yang kita pakai adalah “isyarat yang bocor”, isyarat yang sebenarnya tidak ingin kita berikan namun tidak dapat terkontrol. Manusia belajar menggunakan topeng sejak kecil dan banyak diantara kita dapat melakukannya dengan baik. Banyak isyarat-isyarat nonverbal tantang perasaan bersifat sangat halus dan terjadi hanya sekilas. Membacanya seperti mencoba menguraikan pola dari selendang yang dipakai seseorang yang sedang lewat. Anda dapat melakukannya, tapi membutuhkan keahlian dan latihan.
Jika diperhatikan dengan seksama gerak-gerik lawan bicara kita, banyak sekali bahasa tubuh yang dapat kita pahami. Dengan mengetahui dan memahami bahasa tubuh si lawan bicara, kita dapat menghindari kesalahpahaman dan kecanggungan dalam berkomunikasi. Sehingga memiliki kemampuan untuk dapat menginterpretasi bahasa tubuh sangatlah penting.
Berikut adalah tujuan memahami bahasa tubuh dalam berkomunikasi:
1.    Untuk menghindari kesalahpahaman dan miskomunikasi.
2.    Untuk memperkuat pengaruh komunikasi.
3.    Untuk membangun hubungan dengan lebih cepat.
4.    Untuk mengenali tanda kebohongan.
5.    Untuk mengenali adanya tanda kebosanan.
6.    Untuk mengerti apa yang tidak dikatakan dan ada dipikiran lawan bicara.
Bill Clinton, Presiden Amerika ke-42 adalah salah seorang yang sangat memperhatikan bahasa tubuhnya saat berinteraksi dengan lawan bicaranya. Sehingga siapapun yang pernah berkomunikasi dengan beliau, akan merasa nyaman. Ketika bersalaman, beliau mendekatkan (menarik) tangan lawan bicaranya ke arah perutnya. Saat berhadapan dengan lawan bicaranya, beliau selalu menempatkan tubuhnya menghadap pada sang lawan bicara. Ketika lawan bicaranya sedang berbicara, beliau selalu memperhatikan dan mendengarkan dengan seksama. Ketika berbicara dalam forum, beliau akan selalu memandang seluruh peserta forum seperti sedang mencari-cari harta karun. Dan tak lupa, beliau tidak pernah luput dari senyum. Tidak salah jika dunia mengenal beliau sebagai salah satu The Charismatic President.
Sebagaimana contoh di atas, bahasa tubuh mendapat peran yang sangat penting dalam berkomunikasi. Berikut ini adalah fungsi bahasa tubuh menurut Mark L. Knapp:
1.    Repetisi
Mengulang kembali gagasan yang sudah disampaikan secara verbal.
Contoh:
Anak kecil yang menjawab mau diajak ke Dufan akan mengiyakan sambil melompat-lompat senang.
2.   Subtitusi
Menggantikan lambang verbal.
Contoh:
Tanpa mengatakan sepatah katapun, bila seseorang menggeleng maka lawan bicaranya akan tahu bahwa itu sebagai tanda ketidaksetujuan.
3.   Kontradiksi
Menolak sebuah pesan verbal dengan memberikan makna lain menggunakan pesan nonverbal.
Contoh:
Seseorang mengiyakan dan menganggukkan kepala saat diminta mendekat namun lalu mengambil langkah seribu dan lari secepat-cepatnya.
Bahasa tubuhnya yang menghindari kontak dengan melarikan diri menandakan bahwa ia takut, kontradiktif dengan awal pesan verbalnya saat ia mengiyakan.
4.   Pelengkap (complement)
Melengkapi dan memperkaya pesan nonverbal.
Contoh:
Air muka yang menunjukkan rasa sakit luar biasa tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
5.   Aksentuasi
Menegaskan pesan nonverbal.
Contoh:
Kekesalan diungkapkan dengan memukul lemari.

Dan berikut ini adalah beberapa contoh Bahasa Tubuh:
Memandang ke Atas: sedang berharap atau memohon pertolongan.

Berkedip: sedang khawatir; gembira atau bahkan berarti berbohong karena sedang berada di bawah tekanan.

Menggaruk Hidung
: sedang berbohong

Mengerucutkan Bibir: sedang marah

Menggigit Bibir: mengungkapkan kecemasan, sementara menggigit bibir dengan memiringkan kepala adalah cara menggoda.

Memiringkan Kepala: ini sering digunakan oleh seorang perempuan untuk menggoda dan terlihat lebih menarik.

Memiringkan kepala akan terefek pada tiga hal yang menarik bagi pria: membuat sang wanita kelihatan lebih pendek, meniru bayi yang meletakkan kepalanya di bahu ibunya; dan memperlihatkan jenjang leher.

Leher adalah salah satu bagian yang paling rentan dari tubuh anda, memperlihatkannya kepada seseorang adalah cara untuk mengatakan secara tersirat: “aku percaya padamu”
Memijat Telinga: sedang khawatir

Mengibas Rambut: mencari perhatian

Menaikkan Alis Mata: tertarik pada seseorang atau sesuatu

Mengerutkan Alis: mengerutkan alis adalah isyarat dominasi yang sering digunakan terutama oleh laki-laki, yang menyatakan pada orang-orang: "Saya mungkin menghormati anda, tapi saya yang bertanggung jawab."

Merenggangkan Kaki: menandakan kestabilan.
Ketika anda sedang naik kereta, anda berdiri dengan kaki terpisah sehingga anda tidak kehilangan  keseimbangan. Dan itulah apa yang anda katakan ketika anda berdiri seperti ini di situasi lain: "Saya stabil."Anda memberitahu kepada orang-orang bahwa anda tidak akan mengubah pikiran anda.

Memindahkan Berat Badan: ingin melarikan diri dari percakapan

Menyilangkan Kaki: menandakan nyaman

Tangan Terbuka: menunjukkan penerimaan, niat baik dan terbuka

Arah Kaki
: menunjukkan ke arah mana mereka akan pergi

Menyembunyikan Tangan Anda: sedang mempunyai sesuatu yang dirahasiakan

Dengan  memperhatikan bahasa tubuh kita dan lawan bicara, komunikasi akan berjalan dengan nyaman dan menghindari kesalahpahaman.

1 comment:

  1. It is a very helpful literature for anyone who is whenever writing any article related to the contribution of gestures in the process of certain communication.

    ReplyDelete