“Tidak ada manusia yang bisa menyimpan rahasia bila bibirnya
diam.
Ia akan berceloteh dengan ujung jarinya. Rahasia terbersit
dari seluruh pori-pori kulitnya.”
Bahasa tubuh merupakan proses komunikasi
antar-personal nonverbal (tanpa kata-kata), berfungsi untuk menggantikan suatu
kata atau frasa. Dengan menggunakan gestur tertentu, orang dapat memahami
maksud dari pikiran atau gagasan yang tidak disampaikan secara verbal. Gestur
ini dapat berupa isyarat, ekspresi
wajah, pandangan mata, sentuhan, artifak (lambang yang digunakan), diam, waktu,
suara, serta postur dan gerakan tubuh.
Berikut ini beberapa pengertian dari Bahasa Tubuh
menurut beberapa ahli:
1. Alo Liliweri dalam buku “Komunikasi Verbal dan Nonverbal”
Menjelaskan bahwa bahasa tubuh adalah gerakan
tubuh yang merupakan sebagian perilaku nonverbal (termasuk yang anda miliki)
dapat disampaikan melalui simbol komunikasi kepada orang lain. Perilaku itu
sangat bergantung dari erat tidaknya hubungan dengan orang lain. Dalam bagian
ini akan diuraikan komunikasi nonverbal “gerak tubuh” atau yang disebut
kinesik.
2. David Cohen dalam buku “Bahasa Tubuh dalam Pergaulan”
Mengungkapkan bahwa bahasa tubuh mampu
menyingkapkan topeng-topeng kita. Apa yang dapat menerobos topeng yang kita
pakai adalah “isyarat yang bocor”, isyarat yang sebenarnya tidak ingin kita
berikan namun tidak dapat terkontrol. Manusia belajar menggunakan topeng sejak
kecil dan banyak diantara kita dapat melakukannya dengan baik. Banyak
isyarat-isyarat nonverbal tantang perasaan bersifat sangat halus dan terjadi
hanya sekilas. Membacanya seperti mencoba menguraikan pola dari selendang yang
dipakai seseorang yang sedang lewat. Anda dapat melakukannya, tapi membutuhkan
keahlian dan latihan.
Jika diperhatikan dengan seksama gerak-gerik
lawan bicara kita, banyak sekali bahasa tubuh yang dapat kita pahami. Dengan
mengetahui dan memahami bahasa tubuh si lawan bicara, kita dapat menghindari
kesalahpahaman dan kecanggungan dalam berkomunikasi. Sehingga memiliki
kemampuan untuk dapat menginterpretasi bahasa tubuh sangatlah penting.
Berikut adalah tujuan memahami bahasa tubuh dalam
berkomunikasi:
1.
Untuk menghindari kesalahpahaman
dan miskomunikasi.
2.
Untuk memperkuat pengaruh
komunikasi.
3.
Untuk membangun hubungan dengan
lebih cepat.
4.
Untuk mengenali tanda kebohongan.
5.
Untuk mengenali adanya tanda
kebosanan.
6.
Untuk mengerti apa yang tidak dikatakan
dan ada dipikiran lawan bicara.
Bill Clinton, Presiden Amerika ke-42 adalah salah
seorang yang sangat memperhatikan bahasa tubuhnya saat berinteraksi dengan
lawan bicaranya. Sehingga siapapun yang pernah berkomunikasi dengan beliau,
akan merasa nyaman. Ketika bersalaman, beliau mendekatkan (menarik) tangan
lawan bicaranya ke arah perutnya. Saat berhadapan dengan lawan bicaranya,
beliau selalu menempatkan tubuhnya menghadap pada sang lawan bicara. Ketika
lawan bicaranya sedang berbicara, beliau selalu memperhatikan dan mendengarkan
dengan seksama. Ketika berbicara dalam forum, beliau akan selalu memandang
seluruh peserta forum seperti sedang mencari-cari harta karun. Dan tak lupa,
beliau tidak pernah luput dari senyum. Tidak salah jika dunia mengenal beliau
sebagai salah satu The Charismatic President.
Sebagaimana contoh di atas, bahasa tubuh mendapat
peran yang sangat penting dalam berkomunikasi. Berikut ini adalah fungsi bahasa
tubuh menurut Mark L. Knapp:
1. Repetisi
Mengulang kembali
gagasan yang sudah disampaikan secara verbal.
Contoh:
2.
Subtitusi
Menggantikan lambang
verbal.
Contoh:
Tanpa mengatakan
sepatah katapun, bila seseorang menggeleng maka lawan bicaranya akan tahu bahwa
itu sebagai tanda ketidaksetujuan.
3.
Kontradiksi
Menolak sebuah pesan
verbal dengan memberikan makna lain menggunakan pesan nonverbal.
Contoh:
Seseorang mengiyakan
dan menganggukkan kepala saat diminta mendekat namun lalu mengambil langkah
seribu dan lari secepat-cepatnya.
Bahasa tubuhnya yang
menghindari kontak dengan melarikan diri menandakan bahwa ia takut,
kontradiktif dengan awal pesan verbalnya saat ia mengiyakan.
4.
Pelengkap (complement)
Melengkapi dan
memperkaya pesan nonverbal.
Contoh:
Air muka yang
menunjukkan rasa sakit luar biasa tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
5.
Aksentuasi
Menegaskan pesan
nonverbal.
Contoh:
Kekesalan diungkapkan
dengan memukul lemari.
Dan berikut ini
adalah beberapa contoh Bahasa Tubuh:
Memandang ke Atas: sedang berharap atau memohon
pertolongan.
Berkedip: sedang khawatir; gembira atau bahkan berarti berbohong karena sedang berada di bawah tekanan.
Menggaruk Hidung: sedang berbohong
Mengerucutkan Bibir: sedang marah
Menggigit Bibir: mengungkapkan kecemasan, sementara menggigit bibir dengan memiringkan kepala adalah cara menggoda.
Memiringkan Kepala: ini sering digunakan oleh seorang perempuan untuk menggoda dan terlihat lebih menarik.
Memiringkan kepala akan terefek pada tiga hal yang menarik bagi pria: membuat sang wanita kelihatan lebih pendek, meniru bayi yang meletakkan kepalanya di bahu ibunya; dan memperlihatkan jenjang leher.
Leher adalah salah satu bagian yang paling rentan dari tubuh anda, memperlihatkannya kepada seseorang adalah cara untuk mengatakan secara tersirat: “aku percaya padamu”
Memijat Telinga: sedang khawatir
Mengibas Rambut: mencari perhatian
Berkedip: sedang khawatir; gembira atau bahkan berarti berbohong karena sedang berada di bawah tekanan.
Menggaruk Hidung: sedang berbohong
Mengerucutkan Bibir: sedang marah
Menggigit Bibir: mengungkapkan kecemasan, sementara menggigit bibir dengan memiringkan kepala adalah cara menggoda.
Memiringkan Kepala: ini sering digunakan oleh seorang perempuan untuk menggoda dan terlihat lebih menarik.
Memiringkan kepala akan terefek pada tiga hal yang menarik bagi pria: membuat sang wanita kelihatan lebih pendek, meniru bayi yang meletakkan kepalanya di bahu ibunya; dan memperlihatkan jenjang leher.
Leher adalah salah satu bagian yang paling rentan dari tubuh anda, memperlihatkannya kepada seseorang adalah cara untuk mengatakan secara tersirat: “aku percaya padamu”
Memijat Telinga: sedang khawatir
Mengibas Rambut: mencari perhatian
Menaikkan Alis Mata: tertarik pada seseorang atau sesuatu
Mengerutkan Alis: mengerutkan alis adalah isyarat dominasi yang sering digunakan terutama oleh laki-laki, yang menyatakan pada orang-orang: "Saya mungkin menghormati anda, tapi saya yang bertanggung jawab."
Merenggangkan Kaki: menandakan kestabilan.
Ketika anda sedang naik kereta, anda berdiri dengan kaki
terpisah sehingga anda tidak kehilangan keseimbangan. Dan itulah apa yang
anda katakan ketika anda berdiri seperti ini di situasi lain: "Saya
stabil."Anda memberitahu kepada orang-orang bahwa anda tidak akan mengubah
pikiran anda.
Memindahkan Berat Badan: ingin melarikan diri dari percakapan
Menyilangkan Kaki: menandakan nyaman
Tangan Terbuka: menunjukkan penerimaan, niat baik dan terbuka
Arah Kaki: menunjukkan ke arah mana mereka akan pergi
Menyembunyikan Tangan Anda: sedang mempunyai sesuatu yang dirahasiakan
Memindahkan Berat Badan: ingin melarikan diri dari percakapan
Menyilangkan Kaki: menandakan nyaman
Tangan Terbuka: menunjukkan penerimaan, niat baik dan terbuka
Arah Kaki: menunjukkan ke arah mana mereka akan pergi
Menyembunyikan Tangan Anda: sedang mempunyai sesuatu yang dirahasiakan
Dengan memperhatikan
bahasa tubuh kita dan lawan bicara, komunikasi akan berjalan dengan nyaman dan
menghindari kesalahpahaman.








It is a very helpful literature for anyone who is whenever writing any article related to the contribution of gestures in the process of certain communication.
ReplyDelete